
TEMPO KPK.ID Lampung Kabupaten Mesuji Sudah ditumbuhi jamur, belum diresmikan proyek Embung Wisata Air di Desa Simpang Mesuji Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji Lampung hasil pantauan tim 1 Januari 2022.

Di beri nama Albaret Mesuji, yang terletak di sudut ujung Kota Provinsi Lampung yang perbatasan dengan Provinsi Sumatra Selatan, Wisata yang menarik wisatawan Asing berkunjung dikabupaten Mesuji, faktanya belum satu bulan proses pengerjaannya selesai sudah banyak yang rusak bukti terdokumentasi dan tersimpan dengan rapih.
Sepintas informasi proyek Dinas Pariwisata yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah yang dikerjakan dari tahun 2020-sampai ahir 2021 Desember, Berdasarkan keterangan narasumber yang kami himpun di lokasi, banyak tidak percaya kalau Proyek pembangunan infrastruktur wisata air menelan anggaran puluhan miliar.
“RY (45) mantan kordinator tukang sempat kabur dari lokasi karena telat bayaran mengatakan Seperti air mancur, Embung, dermaga, jembatan, Musolah, Gerbang, Halaman Perkir, Air Mancur, Taman semua yang dibuat diluar kewajaran karena saya terlibat saat itu tuturnya.
Lanjut apakah mungkin menelan anggaran begitu pantastis puluhan miliar rupiah sedangkan seperti gajebo itu per-unit Rp. 30.000.000, dan seperti pagar plafon nya Rp. 350.000.000, Seperti taman rumput Rp. 150.000.000 dan Air Mancur Hampir 4 M, sedan fakta dilapangan tidak sesuai dengan anggaran, diduga ada permainan Mar-Up persekongkolan antara PPATK dengan rekan serta konsultan pelaksana ucap R.
KB, (46) ditempat terpisah juga menerangkan kalau menurut dia bangunan wisata air di Simpang Mesuji, diduga asal jadi sebab semuanya sudah pada rusak dan tidak berfungsi, pihak rekanan hanya mencari keuntungan serta tidak peduli dengan kualitas infrastruktur kuat atau tidak. Tuturnya.
Dikonfirmasi melalui via Whatsaap PPATK yang bertanggungjawab serta konsultan pengawas tidak bisa memberikan alasan yang tepat,” ditanya kenapa pekerjaan itu diterima juga diam seribu bahasa berdasarkan investigasi awal dugaan pembuatan wisata yang ada di Kabupaten Mesuji ada permainan yang susah di Implementasikan oleh masyarakat awam.
“Via Telp. Rahmat Supriadi S.H.M.H mantan Universitas Indonesia Mega Proyak yang ada di Kabupaten Mesuji perlu di Tinjau oleh Aparat Penegak Hukum (APH) karena di atas kewajaran masak belum diresmikan sudah hancur seperti itu tutp telpon(red)




