
TempoKPK.id-Mesuji-Ketua DPRD Mesuji, Elfianah menyatakan Pembangunan di Kabupaten Mesuji Stagnan ( jalan di tempat ) dan ada Proyek Besar APBD Mesuji bakal berakhir MANGKRAK. Hal ini disampaikan olehnya, dalam Reses DPRD Provinsi Lampung, Budi Yohanda yang berlangsung di Balai Desa Eka Mulya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Kamis ( 24/2/2022 ).
Elfianah mengatakan, hal itu disebabkan karena Pemimpin Lembaga Eksekutif Mesuji yang sedang atau masih Menjabat dinilainya lambat dalam Memimpin laju Roda Pembangunan. “Pemimpin kita saat ini Stagnan, pembangunan Infrastruktur nyaris tak ada dan ia kurang peka atas apa yang dibutuhkan Masyarakat,” ujarnya.




Elfianah pula menyebut, Pemimpin yang masih menjabat saat ini tidak meneruskan Visi – Misi Suaminya, Khamamik, Bupati Mesuji non aktif sebelumnya.“Inovasi Program Swakelola Pembangunan jalan Rigid beton dikurangi. Program unggulan yang pro Rakyat yaitu Baperlahu APBD Kabupaten tidak dilanjutkan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Ketua Muslimat NU Mesuji ini mengungkapkan bahwa bakal ada Skandal Proyek besar yang berpotensi bermasalah.“Tiga Tahun Islamic Center berturut-turut dianggarkan, tidak selesai juga. Proyek Islamic akan berakhir mangkrak, sepertinya,” ucapnya miris
Berkaitan dengan seruan wakil rakyat di aminkan masyarakat Kabupaten Mesuji juga membenarkan banyak pembanguna yang dibangun oleh Pemeritah Daerah seperti mainan seperti di anggap lelucon sehingga banyak proyek yang ratusan miliar tidat selesai tepat waktu, seolah olah Aparat penegak Hukum (APH) tutup mata, Bahkan isu-isunya pekerja Islamic centerpun banyak yang belum dibayar.
Rusdan (55) tokoh masyarakat, berharap Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) evalusi secara keseluruhan Proyek -Proyek yang ada dikabupaten Mesuji, karena di Duga mangkraknya Proyek-Proyek sepertinya ada sistem yang tidak sesuai, sehingga kerugian-kerugian negara sangat besar, contoh aliran listrik selama proyek islamic center beroperasi itu tidak terlihat kalau ada gardu khusus yang dipasang, padahal itu proyek hampir 75 M, apakah itu bukan penyimpangan Ucapnya.
Dan dia menambahkan kalau yang terlihat saja dibiarkan apalagi yang yang tidak kelihatan padahal jelas-jelas negara sudah dirugikan, ada lagi contoh seperti dugaan Mar-up Rabat beton yang ada di Desa Simpang pematang sampai menurunkan tim pengeboran dari UNILA lampung samapi saat ini, juga ngangkrak tidak ada tindaklanjut tutupnya (**)




