
Bandarlampung – Para pekerja proyek irigasi di Jalan Karimun Jawa, Sukarame, Kota Bandarlampung terlihat abai dengan keselamatan pekerja, sejumlah pekerja tidak memakai atribut keamanan proyek seperti helm proyek, sepatu boots, dan atribut keselamatan lainnya.
Tak hanya itu, proyek pembangunan irigasi sepanjang 138 meter itu juga tak terlihat plang proyek sebagai informasi pada pengerjaan proyek tersebut.
Salah satu Kordinator Pekerja, Suharyadi mengatakan para pekerja tersebut hanya diberikan rompi proyek dan satu buah helm, sedangkan pekerja tersebut berjumlah 10 orang.
“Dikasihnya cuma rompi aja, sama helm satu, seharusnya dikasih sepatu boots juga,” ujarnya, Sabtu (26/11/2022).
“Soal tidak dipasangnya plang proyek saya tidak tahu, saya cuma mengkordinir pekerjanya aja, soal anggarannya berapa saya tidak tahu,” tambahnya.
Ia melanjutkan, pengerukan talut tersebut sudah berjalan sejak seminggu yang lalu, namun hingga saat ini proyek tersebut tidak dipasang plang informasi proyek.
“Pengerukannya sudah seminggu yang lalu, inikan rencananya pelebaran jalan, maka siringnya dilebarkan dulu,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hukum dan Advokasi Gerakan Aktivis Kawal Reformasi (GAKAR) Lampung, Akbar mengatakan bawah pihaknya terus memantau jalannya Pengerjaan Proyek tersebut.
“Hingga saat ini, GAKAR telah menerjunkan Tim khusus untuk memantau jalannya Pengerjaan Proyek tersebut, termasuk kita juga akan meminta beberapa media untuk membantu mengawal dan mengawasi nya, dari awal proses pengerjaan memang kita sudah memiliki beberapa catatan, nanti akan kita koordinasikan ke PPK atau ke Dinas terkait, kita sedang dalami ini, karena dilapangan kita juga tidak temukan papan informasi nya,” Paparnya. (Tim)
About the Author
Post Views: 121





