
tempokpk.id/ Mesuji- Sobek di bibir akibat Penganiayaan, Tiga orang anak SDN 4 Mukti Karya Lapor ke Polres Mesuji tertanggal 5 November 2024 kejadian di Kecamatan Panca Jaya Kabupaten Mesuji Lampung (13/12/2024)
Datang untuk kali ini ketiga orang tua korban (anak) yang mengalami kekerasan terhadap anak. Dipanggil untuk memberikan keterangan (BAP) Berita Acara Pemeriksaan di Polres Mesuji Provinsi Lampung.
‘Pengacara korban dari Kantor Hukum APS Law yang beralamat di DS Simpang Mesuji “berharap sat Reskrim Polres Mesuji dapat bekerja Profesional menangani perkara kekerasan terhadap anak – anak ini mengingat menurut pengacara korban sudah cukup bukti menurut 184 KUHAP dimana berbunyi cukup 2 Alat Bukti mentersangkakan seseorang diantaranya visum dan keterangan saksi/dokumen.
Penasehat Hukum korban juga mengatakan apabila perkara ini mandek, tidak ada kejelasan kami akan mengupayakan hukum ke tingkat di atas nya. Atau apabila nanti dalam proses penanganan laporan ditemukan kejanggalan’kami akan laporkan ke Div Propam juga Wasidik dimana satuan tersebut lah yang berwenang memeriksa penyidik.tutup nya
Buntut dari penganiayaan itu korban sampai saat ini masih mengalami trauma bahkan bila ingin berangkat ke sekolah merasa takut, karena setelah kejadian itu ada warga dewasa yang bernama lusi datang ke sekolah, dengan memaksa anak agar mengaku kalau itu jatuh kecelakaan saat sekolah, dengan ancaman keras.
Berdasarkan keterangan orang tua ketiga(3) korban kepada awak media, tidak jarang mereka sering di intimidasi oleh pihak – pihak yang membela terlapor seperti adanya suruhan ‘berdamai saja’: dikarenakan terlapor ini di belakang nya ada orang – orang yang kuat dan lain – lain. Orang tua korban sudah sangat risih seringkali ancaman dan intimidasi itu mereka dapatkan.
Wy (45) orang tua korban juga berharap pihak berwajib Polres Mesuji memproses segera laporan kami, agar anak kami bisa nyaman bersekolah dan tidak merasa was – was akibat trauma dari perbuatan terlapor dan kami merasa sila ke lima (5) “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” itu benar – benar terasa, dan memang ada untuk kami keluarga korban’ harapannya.




